LADA DAN KEBERADAANYA DI MASYARAKAT

A.           LADA

Lada atau sering disebut merica denga nama latin Piper nigrum L adalah salah satu tanaman rempah-rempah. Sejak jaman penjajahan-pun menjadi sasaran bangsa Eropa karena Indonesia merupakan negara memiliki kekayaan rempah-rempahnya. Di indonesia lada pertama kali tersebar di Bangka hingga berkembang di Lampung. Sampai saat ini Lada menjadi komoditas pertanian di bangka, bahkan Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Erwiza Erman, mencatat, lada berkali-kali menjadi penyeimbang perekonomian di Bangka saat krisis melanda. Dalam buku Menguak Sejarah Timah Bangka-Belitung (Ombak, 2009), ia mengurai penyeimbang itu. Hasil riset Erwiza yang dituangkan dalam buku itu menyebutkan, warga pedesaan di Bangka justru sangat konsumtif saat krisis 1997. Bahkan, orang-orang Bangka berpendapat tidak ada krisis di Bangka saat umumnya wilayah Indonesia terimbas krisis perekonomian itu.
 
Ladapun akhirnya berkembang di Lampung bahkan menjadi komoditas unggulan yang memiliki nilai ekspor yang perlu dipertahankan oleh masyarakat Lampung. Lada Hitam Lampung dikenal di Dunia dengan nama “Lampung black peaper” yang jadi pemasalahan adalah produktivitasnya tergolong rendah ketika tahun 2001 hanya 626 kg/ha dan harganya mengalami fluktuatif dari Rp 12.500/kg sampai Rp.30.000/kg sehingga petani lampung 1 (satu) tahun hanya memperoleh penghasilan Rp 5.505.000. Tetapi karena perkembangan teknologi pertanian akhirnya lada-pun dapat ditingkatkan hasilnya menjadi 1575 kg/ha dan harga lada sekarang berkisar Rp 28.000 – Rp 35.000 per kilogram.
Lahan di Lampung untuk tanaman lada sudah mulai meningkat. Luas lahan yang ditanami lada dari perkebunan rakyat yaitu 64,073 ha. Adapun untuk daerah di Lampung sebagai berikut:
1.        Kabupaten Lampung Barat Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 8.903
2.        Kabupaten Lampung Selatan Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 300
3.        Kabupaten Lampung Tengah Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 971
4.        Kabupaten Lampung Timur Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 9
5.        Kabupaten Lampung Utara Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 24.759
6.        Kabupaten Pesawaran Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 658
7.        Kabupaten Tanggamus Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 7.956 Status Lahan: luas Lahan Perkebunan Rakyat Untuk Lada terdiri dari TBM:1,490 TM:5,710 TTM:756
8.        Kabupaten Tulangbawang Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 166
9.        Kabupaten Waykanan Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 12.083
 
Klasifikasi ilmiah lada adalah sebagai berikut:
Kingdom         : Plantae
Division           : Magnoliophyta
Kelas               : Magnolipsida
Ordo                : Piperales
Famili              : Piperaceae
Genus              : Piper
Spesies            : P. Nigrum
Nama Binomial: Piper nigrum L.
 
Lada atau yang dikenal merica itu merupakan tanman rempah-rempah yang berwujud biji-bijian seperti tanaman yang lainya.  Lada juga di dunia merupakan bumbu penting didalam masakan.
 
B.            PENGUPAYAAN PENINGKATAN TANAMAN LADA
Produktivitas tanaman lada yang diharapkan masyarakat akan tercapai apabila sudah menggunakan teknologi yang baru. Karena dahulu masih banyak petani yang menggunakan penanaman secara sederhana. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung pada tahun 2010 menerapkan Pengelolaan Tanaman Terpadu yang bertujuan agar adanya peningkatan produktivitas tanaman lada yang merupakan komoditas ekspor ini. Adapun komponen teknologi yang ditepkan untuk meningkatkan produktivitas adalah sebagai berikut:
 
1.        Varietas dan bahan tanam
Varietas pada tanaman mempengaruhi pertumbuhan dan kualitas pada tanaman lada. Dalam memilih benih yang untuk ditanam harus dari varietas yang baik dan unggul. Benih yang dipilih tidak terkena hama dan penyakit, dari tanaman yang berumur 10 bulan sampai 3 tahun. Di Lampung benih unggul yang digunakan adalah varietas lada natar 1. Varietas ini memiliki produksi tinggi yaitu 4 ton/ha, toleran terhadap kelebihan dan kekurangan air, tahan terhadap serangan hama penggerek batang dan penyakit busuk batang.
 
2.        Penanaman
Lada di tanam pada tempat yang memiliki kesuburan tanah baik dan kaya akan bahan organik. Keberadaan tanah yang tidak mudah kekeringan dan kebanjiran serta pH 5,5-7,  Warna tanah merah sampai merah kuning seperti Podsolik, Lateritic, Latosol dan Utisol. Kandungan humus tanah sedalam 1-2,5 m. Kelerengan/kemiringan lahan maksimal ± 300. Ketinggian tempat 300-1.100 m dpl adalah keadaan tanah yang baik untuk di tanami. Berikut adalah teknik penanamannya:
a.      Pengolahan Media Tanam
1.        Cangkul 1, pembalikan tanah sedalam 20-30 cm.
2.        Taburkan kapur pertanian dan diamkan 3-4 minggu.
Dosis kapur pertanian :
·           Pasir dan Lempung berpasir: pH Tanah 3,5 ke 4,5 = 0,6 ton/ha; pH Tanah 4,5 ke 5,5 = 0,6 ton/ha; pH Tanah ke 6,5 = 0,9 ton/ha.
·           Lempung: pH Tanah 3,5 ke 4,5 = 0,6 ton/ha; pH Tanah 4,5 ke 5,5 = 1,7 ton/ha; pH Tanah ke 6,5 = 0,9 ton/ha.
·           Lempung Berdebu: pH Tanah 3,5 ke 4,5 = 0,6 ton/ha; pH Tanah 4,5 ke 5,5 = 2,6 ton/ha; pH Tanah ke 6,5 = 3,2 ton/ha.
·           Lempung Liat: pH Tanah 3,5 ke 4,5 = 0,6 ton/ha; pH Tanah 4,5 ke 5,5 = 3,4 ton/ha; pH Tanah ke 6,5 = 4,2 ton/ha.
3.        Cangkul 2, haluskan dan ratakan tanah
b.      Teknik Penanaman
·         Sistem penanaman adalah monokultur (jarak tanam 2m x 2m). Tetapi juga bisa ditanam dengan tanaman lain.
·         Lubang tanam dibuat limas ukuran atas 40 cm x 35 cm, bawah 40 cm x 15 cm dan kedalaman 50 cm.
·         Biarkan lubang tanam 10-15 hari barulah bibit ditanam.
·         Waktu penanaman sebaiknya musim penghujan atau peralihan dari musim kemarau kemusim hujan, pukul 6.30 pagi atau 16.30-18.00 sore.
·         Cara penanaman : menghadapkan bagian yang ditumbuhi akar lekat kebawah, sedangkan bagian belakang (yang tidak ditumbuhi akar lekat) menghadap keatas.
·         Taburkan pupuk kandang 0,75-100 gram/tanaman yang sudah dicampur NATURAL GLIO.
·         Tutup lubang tanam dengan tanah galian bagian atas yang sudah dicampur pupuk dasar :
·         NPK 20 gram/tanamanUntuk tanah kurang subur ditambahkan 10 gram urea, 7 gram SP 36 dan 5 gram KCl per tanaman.
·         Segera setelah ditutup, disiram SUPERNASA :
o   Alternatif 1 : 0,5 sendok makan/ 5 lt air per tanaman.
o   Alternatif 2 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 20 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.
o   Pemberian SUPERNASA selanjutnya dapat diberikan setiap 3 - 4 bulan sekali.
Pada BPTP Lampung memberikan solusi penanaman pada 6 bulan dari pembenihan untuk jadi bibit lubang tanam yang digunakan 40 cm x 40 cm x 60 cm. Sebelum penanaman diberi pupuk organik yang dicampur dengan tanah topsoil yang telah dipisahkan saat membuang lubang tanam.
 
3.        Pengendalian Gulma
Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan membabat atau menanam crover crop Arachis pintoi,  pengendalian gulma dilakukan dengan pembokoran dengan jarak kuran lebih 60 cm dibawah kanopi tanaman lada.
 
4.        Pengendalian Hama dan Penyakit
Penyakit yang sering terjadi pada tanaman lada yaitu serangan hama penggerek batang dan penyakit busuk pangkal batang. Untuk pengendalian hama utama penggerek batang secara hayati menggunakan Biovaria bassiana. Untuk mengendalikanbusuk pangkal batang menggunaka agensia hayati Trichoderma sp, dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk organik. Pengendaliannya juga dapat dilakukan dengan membuang tanaman yang terserang penyakit.
 
5.        Penggunaan dan Pemeliharaan Tajar
Penggunaan tajar dapat digunakan menggunakan tanaman Glyrisida atau Erytrina sp (dadap pucuk merah) pemeliharaannya dapat dilakukan dengan memangkas minimal 2 kali/tahun.  Selain pemberian tajar perlu adanya pemberian pagar dengan menanam rumput gajah agar tidak digunakan untuk lalu-lintas masyarakat. Sisa pangkasan tajar dapat digunakan pengganti mulsadan juga untuk pakan ternak.
6.        Pengairan/Drainase
Pengairan dilakukan pada drainase yang dibuat mengelilingi tanaman agar tanaman tidak tergenang air ketika hujan. Pengairan dibuat merata hingga areal tanaman mendapatkan cukup air baik.