Pages

Ads 468x60px

Labels

Featured Posts

Berangkat Kuliah Kerja Nyata



Penyambutan di Pemda Kab. Tulang Bawang
Sinarnya matahari dan sejuknya udara yang selalu memberikan semangat pertumbuhan bagi lingkungan ini. Udara yang sehat di kota ini dan hijaunya kampus ini membuat kami tidak terasa akhirnya KKN (Kuliah Kerja Nyata) sudah di depan mata. Kelompok saya yang awalnya berjumlah lima orang kini berkurang satu Bang Singgih Trenggono dari jurusan Teknik Elektro semester 9 dia harus mundur karena akan berobat untuk penyakitnya. Akhirnya saya melapor kepada Dosen Pembimbing Lapangan alhasil juga diserahkan kesaya kalau tidak mau ya tetap lanjut. Jadi kesimpulan kita KKN berempat, (KKN apa kerja Kelompok???). Mau berapa jumlah tidak masalah karena suasana ramai atau sepi berada di dalam diri kita sendiri. Karena sedikit berati saya harus benar-benar membaur di masyarakat apalagi saya jantan sendiri dalam satu kelompok(Kayak ayam aja…).

Pukul 06.30 WIB para mahasiswa telah berkumpul di kampus untuk berangkat menuju Pemda Kabupaten yang akan di tempati untuk KKN. Sayang saja kelompok saya belum hadir semua. Satu persatu mulai hadir tinggal satulah yaitu si Zhai belum terlihat ternyata dilihat di BBm dia masih ada yang tertinggal yaitu kopernya belum dibawa (ala mak..,). Sementara barang-barang temen sekelompok sudah ada yang dimasukkan kedalam bus. Mengingat jumlah mahasiswa melebihi jumlah kursi di bus, yang sisa harus di pindah ke bus lain. Oleh karena itu DPL menawarkan untuk kelompok yang sudah lengkap boleh menaiki  Bus. Semakin bergetar kencang jantung ini kami berusaha menghubungi zhai agar segera datang, supaya tidak memindahkan barang bawaan kita. Sekian lama aku menunggu untuk kedatangannya akhirnya datang juga dan bisa menaiki bus(Sip….,).

Mobilpun berjalan pukul 07.30 WIB setelah kami berkumpul didalam mobil semua. Perjalanan yang begitu penuh dengan deg-degan karena penasaran apa yang terjadi, apa yang ada di sana, apa yang akan dilakukan menjadi bayangan untuk kami yang akan ber-KKN. Sambil menikmati perjalanan dengan dikemudi oleh seorang supir yang begitu ekstrim. Seorang supir yang keren dan unik dengan gaya membawa mobilnya. Penuh gaya dan membuat semakin bergetar jantung para penumpangnya. Sekitar pukul 11.00 WIB kamipun tiba di Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang Bawang begitu baik sambutan mereka. Kami menerima sambutan hangat mereka dengan senyum dan penuh ke-G-Ran…,. Acara penyambutan langsung diisi oleh Bupati Tulang Bawang. Saya begitu salut ketika dengan pak Bupatinya karena ketika sambutan beliau menyebutkan satupersatu semua pejabat yang ada disitu. Memang pemimpin yang baik harus tahu seberapa kekuatan untuk pasukannyaI. Sepertinya pak bupati ahli perang. Karena itu kita harus hati-hati bahaya kalau pak bupati sudah bilang Serbu!!!,.


Penyambutan di Kantor Kecamatan Meraksa Aji
Setelah selesai acara kami makan bersama dengan stokan 2 nasi kotak yang kebetulan saya dapat dari penyambutan. Karena saya ketika sudah di dalam keluar lagi untuk mengambil HP. Daripada dilihat sombong oleh penyambutnya lebih baik ikut lagi dan ambil nasi kotak lagi. Setelah selesai makan dan shalat kami berangkat lagi menuju Kecamatan Meraksa Aji yang langsung dipandu oleh pak camat. Sambil melewati jalan yang bisa dibilang seperti menaiki kuda. Pukul 16.00 WIB akhirnya tiba di Kecamatan sama halnya penyambutan di Kabupaten. Setelah acara selesai kamipun menemui bapak kepala Desa dan sekretaris Sukarame yang merupakan tempat untuk disinggahi selama 40 hari nanti.

Setelah bertemu kami menaikkan barang kami ke mobil untuk dibawa ke Desa KKN. Setelah barang penuh mobil berjalan Sambil berkenalan dan bercerita mengenai keadaan Desa Sukarame. Sama halnya perjalanan sebelumnya penuh dengan kebun kelapa sawit betgitu membayangkan seperti apa Desa Sukarame, saya berharap dengan nama yang rame pasti banyak warganya disana. Setelah lama perjalanan akhirnya tiba di Desa Sukarame yang kita banggakan dan diharapkan kesampainya. Desa yang begitu indah dan hijau dipenuhi dengan keindahan alam yang alami. Ucapan Selamat bagi Mahasiswa yang dapat di Desa ini.


Wassalam……

Ketika Perut Rasulullah Berbunyi

Suatu ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallama Menjadi imam sholat. Para sahabat yang
menjadi makmum di belakangnya mendengar bunyi gemercik menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh Rasulullah bergeser antara satu sama lain.

Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai sholat, ”Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, apakah Anda sakit?” Namun Rasulullah menjawab, ”Tidak. Alhamdulillah, aku sehat dan segar.”
Mendengar jawaban ini Umar bin khatab melanjutkan pertanyaannya, ”Lalu mengapa setiap kali engkau menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan? Kami yakin engkau sedang sakit…”

Melihat kecemasan di wajah para sahabatnya,Rasulullah pun mengangkat jubahnya.
Para sahabat amat terkejut. Terlihatlah perut Manusia yang dimuliakan Allah ini, Dan Ternyata perut Rasulullah yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil untuk menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali tubuh Rasulullah bergerak.

Umar memberanikan diri berkata, ”Ya Rasulullah! Adakah bila engkau menyatakan lapar dan tidak punya makanan, lalu kami hanya akan tinggal diam?”
Rasulullah menjawab dengan lembut,
”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu ini. TETAPI APAKAH YANG AKAN AKU JAWAB DIHADAPAN ALLAH NANTI,APABILA AKU SEBAGAI PEMIMPIN, MENJADI BEBAN BAGI UMMATNYA..??”
Para sahabat yang mendengar hanya tertegun menderaikan air mata. Rasulullah melanjutkan, ”Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah Allah buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.”

SEBARKAN BERITA INI,
Betapa cintanya Rasulullah kepada umatnya.
Semoga kelak di akhirat nanti kita mendapatkan Syafa’atul Udzmah di Yaumil Qiyamah nanti..dan kita di kukuhkan keimanan serta keIslaman kita agar terus meneladani dan Mencintai beliau.

اللهم اجعلنا من احباب المصطفى
يارب صل علي محمد وافتح من الخير كل مغلق
اللهم صل وسلم وبارك على الحبيب المصطفى وعلى آله وصحبه اجمعين
AAMIIN YA RABBAL ‘AALAMIIN…..

~  Habib Quraish Baharun ~

http://www.majelisrasulullah.org/ketika-perut-rasulullah-berbunyi/

KAKI TANGGUH DI NAPAK TILAS



Gerakan pramuka merupakan oraganisasi yang tidak hanya organisasi tetapi satuan pendidikan. kecuali di sekolahannya gak ada pembinya, kasihan banget..,”. Salah satu keunikan pramuka ini adalah kegiatanya yang begitu banyak bermanfaat terutama bagi kaum muda. Sebelum bercerita saya akan kenalkan kepada kalian semua, “saya adalah seorang pemuda kebetulan menjadi sosok mahasiswa dan saya teratarik pramuka sejak SD, hanya saja sekolahan saya tidak pernah mendukung adanya kegiatan tersebut (mesakne..)”. Di perguruan tinggi saya memanfaatkan kesempatan ini untuk ikut kegiatan pramuka.


Setiap mereka yang pernah mengalami pendidikan pasti akan tahu apa itu pramuka “
Di tingkatan perguruan tinggi nama kelompok pramuka sering disebut Racana dan diteruskan dengan nama pahlawan sehingga menjadi Racana Raden Intan dan Racana Puteri silamaya. Karena kita bukan mukhrim jadi kita dibentuk sapi “wah binatang”. Sapi disini adalah satuan terpisah supaya antara laki-laki dan perempuan bisa saling membatasi ”oh….”. Salah satu kegiatan rutin tiap tahunnya yang tidak pernah lepas dari calon anggota adalah napak tilas. Semakin penasaran seperti apa napak tilas itu bahkan makanan dari mana itu? Saya harus mencobanya meskipun dengan segala resiko.

Salah satu kewajiban menjadi anggota di Racana ini harus pernah mengikuti napak tilas. Kewajiban tetap harus dilaksanakan kalau dilanggar mendapat dosa “mbeledos gak kerasa”. Mengingat wajib, semakin berusaha aku untuk mengikutinya. Napak tilas ternyata sebuah kegiatan yang diadakan dengan berjalan kaki selama tiga hari”busyet..”. Napak tilas diadakan untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah gugur terutama wabilkhusus pahalwan Radin Intan. Kata kakak-kakak pramuka kegiatan ini sakral di Racana ini terbukti banyak yang kena karma di kegiatan ini “Ngeri juga dengernya…”. Sebagai manusia tinggal di Indonesia seutuhnya dan biasa dengan kesakralan budaya jawa kita pasti percaya.

Kegiatan napak tilaspun akhirnya bertemu dengan kami ”Spesial banget kami kok bisa ditemuin”. Perjalanan dimulai dari etape pertama dari makam Radin Intan sampai ke Candipuro “kalau jalan kaki normal sekitar 10 jam”. Kami dituntut untuk berjalan bersama demi tercapainya lokasi tersebut secara kekeluargaan. Perjalanan kami rasakan dengan begitu lelahnya”lebih baik saya cangkul sawah dari pada kayak gini, ala mak..,”. hari pertama kami bermacam-macam ada yang sampai pukul 17.00 WIB dan ada juga pukul 19.30 WIB. Sayangnya saya dan Yuda sampai pukul 22.00 WIB semakin malam kaki sulit untuk berjalan mengngat kaki sudah keram dan mlepuh.

Esok hari kami melanjutkan perjalanan ke etape berikutnya dari Candipuro sampai Tanjung Bintang. Setelah satu hari berjalan kami tidak akan mengulangi kesalahan yang membuat cedera pada diri kami sendiri. Khusus saya jangan sampai terakhir lagi “Ngenes rasanya..”. perjalanan kami lanjutkan ternyata ada satu dari teman kami yang tidak bisa berjalan, kasihan punya kaki gak bisa jalan?. Kami harus saling membantu teman yang tidak bisa jalan karena inilah kebersamaan yang harus kita bangun untuk berumah tangga”cie….”. Tak kusangka dan tak kuduga temanku yang sampai pertama kemaren hari itu kakinya melepuh dan susah untuk jalan. Sebenarnya kaki kita semua melepuh tetapi karena badanku kurus tidak seperti temanku jadi masih bisa berjalan. Akhirnya kami harus menggeret dia demi solidaritas perjuangan kasihan tetapi dalam hati banget “rasakan tu karmanya, kemaren ninggalin sih”.

Andaikan kaki bisa dilepas pasti banyak yang mau lepas pada saat itu. Andaikan juga ada jasa pemijatan pasti paling laris. Baru pertama kali ini aku memakai barang yang menjijikan punya wanita pampers sebutannya kini menjadi kebutuhan dan juga kurasa  jalanya seperti hilang keperjakaanku “oh… tidak…”. Inilah kaki tangguh yang dimiliki oleh anggota racana Luar Biasa. Bagi anda yang belum pernah mengikuti jangan sia-siakan untuk  mencoba memecahkan keperjakaan dan keperawanan kaki disini.

Betapa besarnya perjuangan pahlawan dahulu apa yang kita lakukan belum seberapa. Melaui perjalanan ini kita harus bisa membayangkan bagaimana pahlawan Raden Intan berperang melawan penjajah. Pengorbanan keringat, keluarga, bahkan nyawa diberikan hanya untuk kita semua. Sadarlah kita saat ini dengan perjuangan mereka kita dapat menikmati kehidupan dengan semena-mena tidak pernah membayangkan seperti apa tanah ini dulunya. Mari melalui Napak Tilas ini kita bangun semngat nasionalisme dan patriotisme lalu kita isi kemerdekaan ini dengan karya-karya terbaik kita.

SALAM PRAMUKA!!!!!!!!!!!
JANGAN LEWATKAN CERITA “KISAH CINTA DI NAPAK TILAS”

KKN DI MANA SAJA




Kuliah adalah sebuah kewajiban bagi seorang mahasiswa. Di dalam perkuliahan kita bertemu dengan dosen dan mahasiswa lainya. Materi perkuliahan dan praktikum selalu menjadi kesibukan mahasiswa yang sedang kuliah, tetapi ada juga mahasiswa yang sibuk dengan menjadi sosok aktivis, wirausaha, dan tempat tumpang narsis. saya kuliah di jurusan Agroteknologi, fakultas pertanian dalam sebuah universitas yang ada di Lampung atau orang sering bilang Unila. Saya sekarang duduk di semester 7 ada yang bilang masa senior dan juga mulai banyak pertanyaan udah nyusun sampai mana?, kalau jawaban yang terakhir ini buat bingun, hem…,.

Disemester 7 ini saya harus berangkat KKN (Kuliah Kerja Nyata) sebagai persyaratan mahasiswa yang sudah ingin mengakhiri kehidupan dikampus. Karena tugas perguruan tinggi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat seperti tertera didalam tri dharma perguruan tinggi. Sebagai mahasiswa yang harus memenuhi tugasnya saya mencoba mendaftarkan diri bersama teman saya riski fakultas teknik yang dia sudah semester 9 “ala mak….” Memang di kampus ini persentasi mahasiswa yang berangkat untuk KKN sangat berbeda kebanyakan untuk mahasiswa Fakultas Teknik semester 9, Fakultas Pertanian semester 7, tetapi berbeda dengan mahasiswa fakultas sosial semester 5 sudah bisa berangkat KKN. Perbedaan fakultas dan semester berapa tidak menjadi masalah yang terpenting bagaimana kita bisa memberikan manfaat banyak untuk masyarakat dengan disiplin ilmu yang kita miliki.

Berangkat KKN kita memang sudah dianjurkan oleh Universitas dengan persyaratan telah lulus 110 sks dalam perkuliahan. Persyaratan ini menjadikan mahasiswa memiliki kematangan disiplin ilmu yang ditekuninya. Panitia KKN mengadakan pembekalan untuk mahasiswa yang akan diberangkatkan guna menambah wawasan dan apa yang harus dilakukan disana. “kalau pembekalan yang saya ingat kalau kita berhasil dengan baik kkn-nya kalau pak lurahnya punya anak gadis bisa di tawarin ke kita??? Cair…,” . ya kembali kepembekalan salah satu program dari kampus iyalah mendirikan POSDAYA di desa yang akan ditempati?.

Posdaya merupakan Pos Pemberdayaan Keluarga dimana kita akan membentuk sebuah forum atau wadah bagi sekelompok masyarakat disebuah desa. Banyak kelompok-kelompok disebuah pedesaan tetapi ada yang berjalan dan ada yang tidak berjalan. Kami ditugaskan mengumpulkan semua kelompok itu untuk membentuk forum guna dapat dipecahkan permasalahan kelompok itu secara bersama-sama disuatu kelurahan.  Selain itu mengingat tahun depan akan ada bantuan untuk setiap desa kurang lebih 1,5 Miliyar kami diminta oleh Pemda setempat untuk mengajarkan membuat RKPJM Desa, RKP Desa, dan APBDesa, “walah mumet”.

Selanjutnya adalah soal tempat saya dan riski berharap kita satu kelompok karena kami biasa kumpul bareng apalagi kalau udah di sanggar pramuka sama gilanya. Sekian lama aku menuggu untuk kedatangan informasi tempat aku akhirnya dapat di sebuah desa yang lumayan dekat dengan desaku sendiri yaitu di Pasiran Jaya 1, Kecamata Meraksa Aji, Kabupaten Tulang Bawang. Begitu kaget ketika aku dapat di Kabupaten sendiri. Bagaimana dengan riski dia tidak sekelompok denganku tetapi begitu mengagetkan lagi ketika dia dapat di desaku, “ha… jangan macam-macam lo ris di desaku (Banyak cewek cantiknya cair kwe….)”.

Bagiku tempat sudah tidak menjadi masalah aku mulai melacak salah satu teman dikelompokku. Ada nama mukti dari jurusan Agribisnis 2012 kebetulan si Yudi jurusan dan angkatan itu. Langsung aku menghubungi yudi dan apa kata yudi “ Cair lo nur sekelompok sama dia, pokoknya siip…”. Waduh jadi penasaran kayak apa si mukti orangnya. Setelah nomor kudapat aku hubungi mukti, “biasa untuk titip absen, mau titip salam nanti dianya ke Ge eRan (Sok yes)”. Esok harinya aku menghubunginya lagi untuk menemuinya karena ada pembekalan lagi. Pagi-pagi ketika mulai terang saya dan riski beranjak dari lokasi kegiatan untuk mengikuti pembekalan. Tidak semudah itu lari dari kegiatan itu, kami diberi tugas oleh panitia untuk menandai dan menghitung tanda tersebut. Dengan semangat berangkat setelah tugas tuntas, kami langsung ke kampus dengan suasana yang ngantuk biasa lembur ada juga yang bilang “sunah rosul”.

Setelah sampai kampus aku menghubungi si mukti tak sabar seperti apa dia? Aku sms  tanya dimana dia katanya “didalam yang rame itu” aku ketempat rame itu tetapi kok mahasiswa kedokteran yang belajar UAS. “alamat salah saya “ sembari kutanya penjaga gedung ternyata bukan disitu lokasinya. Akhirnya saya berpindah dengan insthink saya menuju gedung dan suasana seperti mahasiswa akan kkn. Saya sms lagi disebelah mana kamu? “di barisan rombongan nomor dua dari kiri urutan ke empat.  Saya hitung disitu ada beberawa cewek langsung kuhampiri mereka. “ada yang namanya mukti?” iya ternyata mereka adalah sekelompok denganku. Setelah kami berbincang-bincang dan datanglah sipitak dan si naldo langsung berkenalan lagi. Yang begitu tidak enak didengar saya selalu di dipanggil Bang oleh mereka “(resiko NPM lama)”. Karena NPM tua ini berbagai cara saya mengelak untuk jadi kordes tetap gagal akhirnya dipilih untuk menjadi kordes “biuh…”.

Masih membahas tempat KKN, ternyata penempatan oleh panitian KKN tahun ini bisa dibilang terlihat berantakan. Mahasiswa dalam satu jurusan dan jumlah perkelompok terlihat tidak adil dan professional. Mahasiswa yang satu disiplin ilmu dalam satu kelompok sama saja mengurangi ilmu yang lain untuk turun di lapangan. Bahkan ada kelompok tinggal 3 orang dan ada 12 orang itu bukan dibagi tetapi bisa dibilang diletakkan seperti ada permainan kotor. Akhirnya kami semua kordes mempertanyakan masalah ini kepada panitia. Panitia dengan mudah menjawab kekacauan pembagian kelompok ini terjadi karena kesalahan dari sebagian mahasiswa sendiri.  Mahasiswa yang tidak suka dengan lokasinya atau tidak cocok dengan teman kelompoknya mereka mendatangi panitia dengan membawa nama keluarga yang dimanfaaatkan statusnya baik rektor, dekan danpejabat pemda. Sebuah kekotoran dan KKN sudah dimulai sejak dini mau jadi apa bangsa kita kalau begini???. Akhirnya dengan kesepakatan forum seluruh kordes tidak diperbolehkan menerima anggota yang namanya tidak tertera di website kkn.unila.ac.id.

Kehancuran moral sebuah bangsa sudah mulai terlihat. Kesewenang-wenangan penguasa menindas masa. Kemisikinan bangsa tertatap di depan muka. Pemuda adalah harapan bangsa dimasa depan. Dunia pendidikan mulai terkotori dengan sebuah kepentingan. Keberanian adalah siapa yang mampu berdiri diatas kaki sendiri bukan atas status orang lain. Begitu luasnya dunia ini, namun tidak semua tempat akan sama rasanya. Pengalaman beradaptasi dengan siapapun adalah cara memperluas jaringan. Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.

DILEMA TAHUN BARU MASEHI



Waktu yang dinanti-nantikan banyak orang ketika menjelang tahun baru masehi. Hitungan waktu
demi waktu, menit demi menit, hingga detik demi detik dihitung untuk menyambut kedatangan awal tahun. Kembang api dan tiupan trompet selalu hadir dalam perayaan di negeri kita ini. Disambut dengan berbagai acara yang mungkin menghabiskan anggaran dana darimanapun. Rizki lumayan bagi mereka yang bisa memanfaatkan peluang di tahun baru ini.

Dipandang dari sudut yang berbeda ada anggapan perayaan tahun baru masehi merupakan suatu perbuatan yang dilarang. Kontroversi dalam anggapan perayaan tahun baru setiap tahun terjadi. Sebagai umat islam terbanyak di dunia, di Indonesia selalu menjadi perbincangan hangat terkait perayaan tahun baru. Namun tidak semua juga umat islam yang menganggap tahun baru ajaran sesat. Kita lihat masih ada beberapa umat islam mengadakan pengajian, istighosah, dan kegiatan yang lebih baik daripada digunakan untuk sia-sia.

Para pembaca rayakanlah tahun baru dengan sewajarnya tidak akan dilarang apabila masih memberikan nilai positif dan manfaat bagi kita semua.
Wassalam….

TRI SATYA DAN DASA DHARMA TIDAK MERUSAK IDEOLOGI ISLAM


 
Islam merupakan agama diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat jibril. Sebagai ideologi dari beberapa orang untuk menjalani kehidupan di dunia menuju akhirat. Dari cara beribadah hingga cara menjalankan kehidupan telah diatur dalam ayat yang suci ini yaitu kitab Al-Quran. Pedoman umat islam yang dapat bertahan tanpa kenal masa. Sosok suritauladan umat manusia yang dibersihkan dari dosa-dosanya yang memberikan contoh kehidupan mulia untuk umat manusia. Pikiran, perkataan dan perbuatanya menjadi inspirasi dunia termasuk umatnya.

Dalam kehidupan bermasyarakat saat ini, perlu adanya pembentukan akhlak yang dicontohkan untuk pemuda-pemudi Indonesia. Dalam kegiatan pramuka adanya aktivitas pemuda yang mendorong untuk mewujudkan cita-cita dan mencapai akhlak mulia. Trisatya dan Dasa Dharma adalah pedoman untuk setiap anggota pramuka. Dasadharma mengajak untuk selalu bertaqwa kepada tuhan yang maha esa. Maksud dari itu untuk umat beragama menjalankan ibadah untuk agamanya. Islam tidak memaksa dalam hal pergaulan. Rasulullah SAW telah mencontohkan bagaimana berhubungan dengan orang yang tidak sepemahaman. Setidaknya kita tahu bahwa islam adalah rahmatan lilalamin yaitu rahmat bagi alam ini tanpa memilah dan memilih mahluk didalamnya.

Bagi pemuda-pemudi muslim Indonesia jangan takut dan meragukan keadaan tri satya dan dasa dharma pramuka. Kode etik didalamnya tidak berseberangan dengan agama. Justru sebaliknya trisatya dan dasadhrma merujuk kepada pedoman islam yang sepatutnya tidak menyinggung agama lain. Setelah kita memahami ini kita tahu trisatya dan dasadharma tidak merusak ideologi agama islam. Dengan mengikuti rangkaian dan kode etik pramuka kita menjalanlakan sebagaian perintah Allah SWT.

Mari kita sebagai anak pramuka untuk menumbuhkan jiwa trisatya dan dasa dharma pramuka. Dengan tatanan di jiwa raga pemuda-pemudi kita InsyaAllah negara kita menjadi negara yang kuat dan bersih. Mumulai sejak usia dini lebih baik ibarat benih yang bermutu akan menjadi suatu tanaman yang bermutu juga. Tunas-tunas harapan bangsa ada ditangan pemuda indonesia.

Salam Pramuka!
 
Blogger Templates