Ads 468x60px

Labels

Featured Posts

Keberanian Saad bin Abu Waqqash ra.



                 

      Ibnu Asakir telah mengeluarkan dari Az-Zuhri dia telah berkata: Pada suatu hari Rasulullah
SAW telah mengutus Sa'ad bin Abu Waqqash ra. untuk mengetuai suatu pasukan ke suatu tempat di negeri
Hijaz yang dikenal dengan nama Rabigh.

 Mereka telah diserang dari belakang oleh kaum Musyrikin, maka Sa'ad bin Abu Waqqash ra.
mengeluarkan panah-panahnya serta memanah mereka dengan panah-panah itu. Dengan itu, maka Sa'ad bin
Abu Waqqash ra. menjadi orang pertama yang memanah di dalam Islam, dan peristiwa itu pula menjadi
perang yang pertama terjadi di dalam Islam. (Al-Muntakhab 5:72)

Ibnu Asakir mengeluarkan dari Ibnu Syihab, dia berkata: Pada hari pertempuran di Uhud Sa'ad bin
Abu Waqqash ra. telah membunuh tiga orang Musyrikin dengan sebatang anak panah. Dipanahnya seorang,
lalu diambilnya lagi panah itu, kemudian dipanahnya orang yang kedua dan seterusnya orang yang ketiga
dengan panah yang sama.

 Ramai para sahabat merasa heran tentang keberanian Sa'ad itu. Maka Sa'ad berkata: Nabi SAW yang
 telah memberikanku keberanian itu, sehingga aku menjadi begitu berani sekali. (Al-Muntakhab 5:72)


Bazzar telah mengeluarkan dari Abdullah bin Mas'ud ra. dia berkata: Pada hari pertempuran di Badar,
Sa'ad bin Abu Waqqash ra. telah menyerang musuh dengan berkuda dan dengan berjalan kaki.
(Majma'uz Zawa'id 6:82)


Kambing dan Alat Tenun



                      

      Imam Ahmad telah memberitakan dari Humaid bin Hilal, dia berkata: Ada seorang lelaki yang
sering berulang-alik di kampung kami, lalu dia membawa cerita yang aneh-aneh kepada orang-orang
kampung.

Dia bercerita: Suatu ketika aku datang ke Madinah dalam rombongan dagang, lalu aku menjual semua
barang-barang yang aku bawa. Aku berkata kepada diriku: Mengapa aku tidak pergi kepada orang lelaki
yang membawa ajaran baru itu, barangkali aku dapat mendengar berita-berita yang aneh untuk aku bawa
kembali bersamaku?! Aku pun pergi kepada Rasulullah SAW untuk bertanya sesuatu, lalu Beliau
menunjuki arah sebuah rumah, katanya: Ada seorang wanita yang tinggal di rumah itu .

 Pernah dia mengikut tentera Islam berjihad, dan ditinggalkannya 12 ekor kambingnya dan sebuah alat
tenunan yang digunakannya untuk menenun pakaian. Apabila dia kembali dari berjihad, didapati
kambingnya hilang seekor, dan alat tenunannya pun hilang. Dia merasa sedih atas kehilangannya itu.

Maka dia pun mengangkat kedua belah tangan berdoa kepada Tuhannya dengan penuh kesungguhan,
katanya:

"Ya Tuhanku! Engkau telah berikan jaminan bahwa siapa yang keluar berjihad pada jalanmu, Engkau akan
pelihara harta bendanya, dan sekarang aku telah kehilangan seekor kambing, dan alat tenunanku. jadi aku
 minta ganti kambing yang hilang dan alat tenunanku itu!"

Rasulullah SAW terus menceritakan betapa sungguh-sungguhnya dia berdoa dan memohon kepada
Tuhannya, sehingga pada esok harinya dia mendapati di pintu rumahnya kambingnya yang hilang itu dengan
 seekor kambing lagi bersamanya. Begitu juga dia melihat alat tenunannya ada di situ dengan satu alat
tenun yang lain.

Itulah ceritanya, kata Rasulullah SAW dan jika engkau mau, pergilah kepadanya di rumah
itu, dan tanyalah dia cerita itu! "Tidak", jawabku, "akan tetapi aku percaya semua yang engkau katakan itu!"
(Majma'uz-Zawaid 5:277)

Permohonan si Miskin dan si Kaya



                 


            Nabi Musa AS memiliki ummat yang jumlahnya sangat banyak dan umur mereka panjang-panjang.
Mereka ada yang kaya danjuga ada yang miskin. Suatu hari ada seorang yang miskin datang menghadap
Nabi Musa AS. Ia begitu miskinnya pakaiannya compang-camping dan sangat lusuh berdebu.

Si miskin itu kemudian berkata kepada Baginda Musa AS, "Ya Nabiullah, Kalamullah, tolong sampaikan
kepada Allah SWT permohonanku ini agar Allah SWT menjadikan aku orang yang kaya. Nabi Musa AS
tersenyum dan berkata kepada orang itu, "saudaraku, banyak-banyaklah kamu bersyukur kepada
Allah SWT.

Si miskin itu agak terkejut dan kesal, lalu ia berkata, Bagaimana aku mau banyak bersyukur, aku makan
pun jarang, dan pakaian yang aku gunakan pun hanya satu lembar ini saja"!. Akhirnya si miskin itu pulang
tanpa mendapatkan apa yang diinginkannya.

Beberapa waktu kemudian seorang kaya datang menghadap Nabi Musa AS. Orang tersebut bersih
badannya juga rapi pakaiannya. Ia berkata kepada Nabi Musa AS, "Wahai Nabiullah, tolong sampaikan
kepada Allah SWT permohonanku ini agar dijadikannya aku ini seorang yang miskin, terkadang aku
merasa terganggu dengan hartaku itu. Nabi Musa AS pun tersenyum, lalu ia berkata,

"wahai saudaraku, janganlah kamu bersyukur kepada Allah SWT. Ya Nabiullah, bagaimana aku tidak
bersyukur kepada Alah SWT?. Allah SWT telah memberiku mata yang dengannya aku dapat melihat.
Telinga yang dengannya aku dapat mendengar.

Allah SWT telah memberiku tangan yang dengannya aku dapat bekerja dan telah memberiku kaki yang
dengannya aku dapat berjalan, bagaimana mungkin aku tidak mensyukurinya", jawab si kaya itu.

Akhirnya si kaya itu pun pulang ke rumahnya. Kemudian terjadi adalah si kaya itu semakin Allah SWT
tambah kekayaannya karena ia selalu bersyukur. Dan si miskin menjadi bertambah miskin.

Allah SWT mengambil semua kenikmatan-Nya sehingga si miskin itu tidak memiliki selembar pakaianpun
yang melekat di tubuhnya. Ini semua karena ia tidak mau bersyukur kepada Allah SWT.

Nabi Sulaiman AS dan Seekor Semut (2)



               


      Suatu hari Baginda Sulaiman AS sedang berjalan-jalan. Ia melihat seekor semut sedang
berjalan sambil mengangkat sebutir buah kurma. Baginda Sulaiman AS terus mengamatinya, kemudian
beliau memanggil si semut dan menanyainya, Hai semut kecil untuk apa kurma yang kau bawa itu?.

Si semut menjawab, Ini adalah kurma yang Allah SWT berikan kepada ku sebagai makananku selama satu
 tahun. Baginda Sulaiman AS kemudian mengambil sebuah botol lalu ia berkata kepada si semut,
Wahai semut kemarilah engkau, masuklah ke dalam botol ini aku telah membagi dua kurma ini dan akan
 aku berikan separuhnya padamu sebagai makananmu selama satu tahun.

Tahun depan aku akan datang lagi untuk melihat keadaanmu. Si semut taat pada perintah Nabi
Sulaiman AS. Setahun telah berlalu. Baginda Sulaiman AS datang melihat keadaan si semut.

 Ia melihat kurma yang diberikan kepada si semut itu tidak banyak berkurang. Baginda Sulaiman AS
bertanya kepada si semut, hai semut mengapa engkau tidak menghabiskan kurmamu Wahai Nabiullah,
aku selama ini hanya menghisap airnya dan aku banyak berpuasa.

Selama ini Allah SWT yang memberikan kepadaku sebutir kurma setiap tahunnya, akan tetapi kali ini
engkau memberiku separuh buah kurma.

Aku takut tahun depan engkau tidak memberiku kurma lagi karena engkau bukan Allah Pemberi Rizki
(Ar-Rozak), jawab si semut.


Nabi Sulaiman AS dan Seekor Semut (1)



                


      Kerajaan Nabi Sulaiman AS dikala itu sedang mengalami musim kering yang begitu panjang.
 Lama sudah hujan tidak turun membasahi bumi. Kekeringan melanda di mana-mana.

 Baginda Sulaiman AS mulai didatangi oleh ummatnya untuk dimintai pertolongan dan memintanya memohon
 kepada Allah SWT agar menurunkan hujan untuk membasahi kebun-kebun dan sungai-sungai mereka.

Baginda Sulaiman AS kemudian memerintahkan satu rombongan besar pengikutnya yang terdiri dari
bangsa jin dan manusia berkumpul di lapangan untuk berdo'a memohon kepada Allah SWT agar musim
kering segera berakhir dan hujan segera turun.


Sesampainya mereka di lapangan Baginda Sulaiman AS melihat seekor semut kecil berada di atas sebuah
batu. Semut itu berbaring kepanasan dan kehausan.

Baginda Sulaiman AS kemudian mendengar sang semut mulai berdo'a memohon kepada Allah SWT penunai
 segala hajat seluruh makhluk-Nya. "Ya Allah pemilik segala khazanah, aku berhajat sepenuhnya
kepada-Mu, Aku berhajat akan air-Mu, tanpa air-Mu ya Allah aku akan kehausan dan kami semua
kekeringan.

Ya Allah aku berhajat sepenuhnya pada-Mu akan air-Mu, kabulkanlah permohonanku",
do'a sang semut kepada Allah SWT.

Mendengar do'a si semut maka Baginda Sulaiman AS kemudian segera memerintahkan rombongannya untuk
 kembali pulang ke kerajaan sambil berkata pada mereka, "kita segera pulang, sebentar lagi
Allah SWT akan menurunkan hujan-Nya kepada kalian. Allah SWT telah mengabulkan permohonan seekor
 semut". Kemudian Baginda Sulaiman dan rombongannya pulang kembali ke kerajaan.

 
Blogger Templates